TUGAS KEWIRAUSAHAAN
DOSEN : Dr. Novita Sulistyowati, SKom, MM
Disusun Oleh :
Teguh Iman Sang Aji
NPM : 48113841
Kelas : 2DC01
Jurusan
Teknik Komputer
Direktorat
Diploma Tiga Teknologi Informasi
Universitas
Gunadarma
Depok
2015
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Budaya
wirausaha belum menjadi bagian dari kalangan pelajar, praktisi pendidikan dan
masyarakat Indonesia panda umumnya, demikian juga pendidikan wirausaha belum
mendapat perhatian yang optimal. Pendidikan wirausaha yang ada baru dalam tahab
menyiapkan output yang siap kerja belum menyiapkan output yang siap menjadi
wirausahawan.
Orientasi
peserta didik setelah lulus kebanyakan adalah mencari pekerjaan atau
meninginkan menjadi karyawan, pegawai dan atau pegawai negeri sipil. Persepsi
yang ada dalam masyarakat seorang pegawai atau pekerja adalah seorang yang
memiliki setatus sosial yang tinggi dihormati dan disegani, apalagi pegawai
negeri sipil.
Ada beberapa fakta
yang terkait dengan kewirausahaan, antara lain :
1. Tingkat
Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Agustus 2010 mencapai 7,14 persen
atau 8,3 juta orang dari jumlah angkatan kerja yang berjumlah 116,5juta orang.
Pengangguran terbuka adalah orang yang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha,
merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, sudah punya pekerjaan tetapi belum
mulai bekerja. (
http://www.bps.go.id diambil tanggal 22 Maret 2011 pukul
22.30 WIB).
2. Diantara
jumlah pengangguran terbuka yang dari lulusan sarjana sebesar 11,92% dan yang
lulusan diploma sebesar 12,78%.
3. Jumlah
penduduk miskin Indonesia pada Maret 2011 sebesar 31,02 juta orang atau 13,33%
(www.bps.go.id diambil tanggal 22 Maret 2011 pukul 2.30 WIB)
4. Jumlah
entrepreneur atau wirausahawan di Indonesia masih rendah. Terbukti, dari 231,83
juta jiwa penduduk Indonesia, baru 4,6 juta saja yang berwirausaha. “Jumlah itu
masih cukup rendah atau jika diprosentasekan baru 2 persen dari total jumlah
penduduk,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Dr Syarief Hasan di Surabaya, Sabtu
(13/2/2010). Persentase penduduk Singapura yang berwirausaha mencapai 7 persen,
China dan Jepang mencapai 10 persen. Sedangkan yang tertinggi adalah Amerika
Serikat sebesar 11,5-12 persen. “Entrepreneurshi” kita masih rendah. (
http://edukasi.kompas.com diambil tgl 22 Maret 2011 pkl 21.00
WIB)
Orientasi
dan persepsi diatas harus dirubah menuju ke pengembangan wirausaha karena sudah
tidak sesuai dengan tuntutan kehidupan yang komplek dan kompetitif apalagi
dengan melihat fakta-fakta diatas.
Solusi
dari beberapa fakta diatas adalah peran serta pemerintah dan peran aktif
masyarakat dengan menumbuhkan kemandirian yakni dengan wirausaha.
B. Rumusan
masalah
Dari
latar belakang diatas dalam makalah ini akan membahas sifat-sifat yang harus
dimiliki dalam kewirausahaan
C. Tujuan
Penulisan
Dari
rumusan masalah diatas tujuan penulisan adalah untuk memberikan
penjelasan dan pengertian sifat-sifat yang harus dimiliki dalam kewirausahaan
dan sikap wirausaha.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
1. Pengertian
wirausaha
Kewirausahaan
pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti
mesin uap, mesin pemintal, dll. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan
perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Keuntungan dan kekayaan
bukan tujuan utama. Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah
orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai
kesempatan Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani
memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi
tidak pasti. (Kasmir, 2007 : 18).
2. Pengertian
Sifat
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia sifat adalah :
1. Dasar
watak (dibawa sejak lahir
2. Ciri
khas yang ada pada sesuatu
3. Keadaan
yang menurut kodratnya ada pada sesuatu
Untuk
mencapai kualitas manusia wirausaha, seseorang harus memiliki kekuatan sebagai
modal. Sedang untuk memiliki modal kekuatan seseorang harus belajar sehingga ia
memiliki kemampuan sumberdaya manusia yang terkandung didalam pribadinya. Besar
tidaknya sumberdaya manusia sangat bergantung pada kuat tidaknya pribadi
manusia itu. Dari dalam pribadi manusia yang kuat , akan tumbuh motivasi dan
potensi untuk maju dan berprestasi. Sebaliknya, dari pribadi yang lemah
terpancar benih-benih sikap dan pikiran yang kerdil dan picik. Permasalahan
maju dan tidaknya kehidupan manusia tergantung pada dirinya sendiri. Oleh
karena itu, kita sebagai kaum muda yang sedang belajar seharusnya tidak
membiarkan diri kita dikuasai oleh jiwa yang kerdil.
Wasty
Soemanto berpendapat bahwa manusia wirausaha adalah manusia yang berkepribadian
kuat dan memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
1.
Memiliki moral tinggi
2.
Memiliki sikap mental wirausaha
3.
Memiliki kepekaan terhadap lingkungan
4.
Memiliki ketrampilan wirausaha
B. Sifat
–sifat yang harus dimiliki dalam kewirausahaan
Sifat
–sifat yang harus dimiliki dalam berwirausaha pada prinsipnya adalah sifat atau
dasar atau watak manusia sesuai dengan Fitrah manusia sendiri, yakni :
1. Percaya
Diri
Karakteristik
kematangan seseorang adalah ia tidak tergantung pada orang lain, dia memiliki
rasa tanggung jawab yang tinggi, obyektif dan kritis.Dia tidak begitu saja
menyerap pendapat atau opini orang lain, tetapi ia mempertimbangkan secara
kritis. Emosionalnya boleh dikatakan sudah stabil, tidak gampang tersinggung
dan naik pitam. Juga tingkat sosialnya tinggi, mau menolong orng lain, dan yang
paling tinggi ialah kedekatannya dengan khaliq sang pencipta, Allah SWT.
Diharapkan wirausahawan seperti ini betul-betul dapat menjalankan usahanya
secara mandiri, jujur, dan disenangi oleh semua relasinya.
2. Berorientasi
pada Tugas dan Hasil
Orang
ini tidak mengutamakan prestise dulu, prestaasi kemudian. Akan tetapi, ia
gandrung pad prestasi baru kemudian setelah berhasil prestisenya akan naik.
Anak muda yang selalu memikirkan prestise lebih dulu dan prestasi kemudian,
tidak akan mengalami kemajuan. Berbagai motivasi akan muncul dalam bisnis jika
kita berusaha menyingkirkan prestise. Kita akan mampu bekerja keras, enerjik,
tanpa malu dilihat teman, asal yang kita kerjakan itu pekerjaan halal.
3. Pengambilan
resiko
Dalam
wirausaha penuh dengan tantangan dan resiko, seperti persaingan, harga turun
naik, barang tidak laku dan sebagainya. Namun semua tantangan ini harus
dihadapi dengan penuh perhitungan. Jika perhitungan sudah matang, membuat
pertimbangan dari segala macam segi, maka berjalanlah terus dengan tidak lupa
berlindung kepada-Nya.
4. Kepemimpinan
Kepemimpinan
memang ada dalm diri masing-masing individu. Namun sekarang ini, sifat
kepemimipinan sudah banyak dipelajari dan dilatih. Ini tergantung kepada
masing-masing individu dalam menyesuaikan diri dengan organisasi atau orang
yang ia pimpin. Pemimpin yang baik harus mau menerima kritik dari bawahan, ia
harus bersifat responsif.
5. Keorisinilan
Orisinil
ini tentu tidak selalu ada pada diri seseorang. Yang dimaksud orisinil disini
ialah ia tidak hanya mengekor pada orang lain, tetapi memiliki pendapat
sendiri, ada ide yang orisinil, ada kemampuan untuk melaksanakan sesuatu. Bobot
kreativitas orisinil suatu produk akan tampak sejauh manakah ia berbeda dari
apa yang sudah ada sebelumnya. Keorisinilan seorang wirausaha menuntut adanya
kreativitas dalam pelaksanaan tugasnya. kreativitas adalah kemampuan untuk
membuat kombinasi-kombinasi baru. Bagi kalangan wirausaha, tingkat kreativitas
ini akan sanngat menunjang kemajuan bisnisnya
6. Berorientasi
ke masa Depan
Seorang
wirausaha haruslah perspektif, mempunyai visi ke depan, apa yang hendak ia
lakukan, apa yang ingin ia capai? Sebab sebuah usaha bukan didirikan untuk sementara,
tetapi untuk selamanya. Oleh sebab itu factor kuntinuitas harus dijaga dan
pandangan harus ditujukan jauh ke depan, seorang wirausaha akan menyusun
perencanaan dan strategi yang matang, agar jelas langkah-langkah yang akan
dilaksanakan.
Fadel
Muhammad (1992: 138) menyatakan bahwa ada tujuh ciri yang merupakan identitas
yang melekat pada diri seorang wirausaha.
a. Kepemimpinan
b. Inovasi
c. Cara
pengambilan keputusan
d. Sikap
tanggap terhadap perubahan
e. bekerja
ekonomis dan efisien
f. Visi
masa depan
g. Sikap
terhadap resiko
7. Kreativitas
Sifat
keorisinilan seorang wirausaha menuntut adanya kreativitas dalam pelaksanaan
tugasnya. Jadi kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi
baru atau melihat hubungan-hubungan baru antara unsure, data, variable yang
sudah ada sebelumnya.
8. Sifat
Jujur
Sifat
jujur akan membawa kepercayaan kepada rekan usaha dan masyarakat sehingga
proses dalam berwirausaha akan mudah mendapat dukungan dari berbagi pihak.sifat
jujur juga akan membawa berkah bagi usaha berwirausaha karena sifat yang tidak
jujur atau curang akan membawa kecelakaan ( Kecelakaan besarlah bagi
orang-orang yang curang QS Al Muthaffifin ayat 1)
9. Sifat
Amanah dan adil
Sesungguhnya
Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan
(menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu
menetapkan dengan adil ….. (QS.An Nisa 58).
10. Sifat
Cerdas
Cerdas
atau pintar atau tajam pemikiran. sifat ini sudah dimiliki pada semua orang
walaupun kapasitasnya berbeda-beda dan sifat ini dapat dikembangkan atau
ditingkatkan. Kecerdasan yang dikenal saat ini ada tiga
(kamus Bahasa Indonesia Online
http://pusatbahasa.diknas.go.id)
yaitu:
1. Cerdas
emosional yaitu kecerdasan yang berkenaan dengan hati dan kepedulian antar
sesame manusia, makhluk lain dan alam sekitar.
2. Intelektual
yaitu kecerdasan yang menuntut pemberdayaan otak, hati, jasmani,dan pengaktifan
manusia intuk berinteraksi secara fungsional dengan orang lain.
3. Spiritual
yaitu kecerdasan berkenaan dengan hati dan kepedulian antar sesame manusia
makhluk lain dan alam sekitar berdasar keyakinan akan adanya Tuhan Yang Maha
Esa.
Konsep 10 D dari Bygrave
Selanjutnya dapat
digambarkan beberapa karakteristik dari wirausahawan yang berhasil memiliki
sifat-sifat yang dikenal dengan istilah 10 D (Bygrave, 1994:5)
1. Dream,
seorang wirausaha mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya.
2. Decisiveness,
seoorang wirausaha adalah orang yang tidak bekerja lambat. Mereka membuat
keputusan secara cepat dengan penuh perhitungan. Kecepatan dan ketepatan dalam
dia mengambil keputusan adalah merupakan factor kunci (key factor) dalam
kesuksesan bisnisnya.
3. Doers,
begitu wirausaha membuat keputusan maka dia langsung menindak lanjutinya.
4. Determination,
seorang wirausaha melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian. Rasa
tanggungjawabnya tinggi dan tidak mau menyerah, walaupun dia dihadapkan pada
halangan atau rintangan yang tidak mungkin diatasi.
5. Dedication,
Dedikasi seorang wirausaha terhadap bisnisnya sangat tinggi, kadang-kadang ia
mengorbankan hubunngan kekeluargaann, melupakan hubungan keluarganya untuk
sementara. Semua kegiatannya dipusatkan semata-mata untuk bisnisnya.
6. Devotion,
berarti kegemaran atau kegila-gilaan. Demikian seorang wirausaha mencintai
pekerjaan bisnisnya dia mencintai pekerjaann dan produk yang dihasilkannya. Hal
ini yang mendorong ia mencapai keberhasilan yang sangat efektif untuk menjual
produk yang ditawarkan nya.
7. Details,
Seorang wirausaha sangat memperhatikan factor-faktor kritis secara rinci. Dia
tidak mau mengabaikan factor-faktor kecil yang dapat menghambat kegiatan
usahanya.
8. Destiny,
Seorang wirausaha bertanggungjawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak
dicapainya. Dia merupakan orang yang bebas tidak mau tergantung pada orang
lain.
9. Dollars,
Wirausaha tidak sangat mengutamakan mencapai kekayaan. Motivasinya bukan
memperoleh uang. Akan tetapi uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya.
Mereka berasumsi jika mereka sukses berbisnis maka mereka pantas mendapat
llaba/bonus/hadiah.
10. Distribute,
Seorang wirausaha bersedia mendistribusikanan kepemilikan bisnisnya terhadap
oaring-orang kepercayaannya
BAB III
PENUTUP
Seorang wirausahawan adalah seorang yang mampu melihat ke
depan, berfikir dengan penuh perhitungan, mencari pilihan dari berbagai
alternative masalah dan pemecahannya. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang
harus dimiliki oleh wirausahawan dalam memenuhi kebutuhan usahanya secara
realistis. Sifat-sifat yang ada dimakalah adalah sifat dasar manusia yang harus
dikembangkan dan selalu dipertahankan agar dalam berwirausaha mendapatkan
kesuksesan dan keberkahan.
Akhirnya marilah kita merujuk ayat Al Qur’an :
Artinya
: Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah
keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (QS. Ar Ra’du ayat 11)
Demikian makalah ini kami sajikan, semoga dapat bermanfaat.
Kritik dan saran demi kesempurnaan makalah sangat kami harapkan.
DAFTAR PUSTAKA:
1.
Alma Buchari, Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta 2002
2.
Hantoro Sirod, Kiat Sukses Berwirausaha, AdiCita
3.
Soemanto, Wasty. 1989. Pendidikan Wiraswasta. Jakarta:
Bina Aksara
4.
A.Khoerussalim Ikhs, To Be The Moslems Entrepreneur, Pustaka
Al Kautsar Jakarta 2005
5.
Muhammad Bin Sarrar, Tanngga menuju Sukses, At Tibyan
solo