Jumat, 27 Maret 2015

Kerupuk Padang pasir


TUGAS KEWIRAUSAHAAN
DOSEN : Dr. Novita Sulistyowati, SKom, MM






Disusun Oleh :
Teguh Iman Sang Aji
NPM : 48113841
Kelas : 2DC01

Jurusan Teknik Komputer
Direktorat Diploma Tiga Teknologi Informasi
Universitas Gunadarma
Depok
2015
KERUPUK PADANG PASIR
1.      Asal awalnya usaha
Pada awalnya sebelum ia berjualan kerupuk padang pasir ini pernah ia jalani, mulai dari kuli bangunan di negeri seberang hingga penjual bakso keliling dan terakhir kali ia sebagai buruh pabrik. Bambang Suparno warga Dusun Jeruk, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur ia membuka usaha kerupuk padang pasir yang omzetnya mencapai Rp 90.000.000/bulan. Pekerjaan ini dilakukan menggoreng kerupuk tanpa menggunakan minyak goreng namun ia menggoreng menggunakan pasir halus hasil penyaringan. Dengan bantuan api kerupuk tetap mekar. Cara menggoreng kerupuk inilah yang memebuat jenis kerupuk padang pasir. Dengan teknik ini akan membedakan rasa kerupuk dibandingkan dengan minyak goreng. Namun ada kelebihan dari kerupuk pasir ini rendah kolestrol dan lebih hemat biaya. Ada beberapa rasa, setidaknya ada 7 rasa yang diproduksi oleh Bambang yang mulai usaha sejak tahun 2001 ini. Ada rasa manis, pedas, pedas manis, terasi, rujak, sledri, bawang, serta ubi. Setelah jadi kerupuk ersebut dikemas didalam palstik setengah kilogram dan plastik yang panjangnya 30-40 cm. Setiap ukurang besar ia jual dengan harga Rp 2.500 namun tiap rasa berbeda-beda harganya. Setelah dikemas kerupuk tersebut dikirim ke agennya di berbagai daerah jawa timur khusunya Kediri, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Bojonegoro, Tuban, Ngawi, Malang, dan Sidoarjo. Bapak Bambang ini termasuk pengusaha yang ulet, dalam usahanya tersebut ia hanya mempunyai 4 orang pegawai yang bertugas membuat adonan hingga menggoreng kerupuk tersebut. Pengemasan dilakukan oleh istrinya dan 6 orang anaknya serta beberapa tenaga borongan yang juga para tetangganya. Kalau masalah pengaturan dan pengiriman kea gen-agen diatur oleh Bapak Bambang sendiri. Awalnya iya hanya memproduksi 30 kg/hari hingga saat ini ia memproduksi 2,5 kuintal/hari. Menemukan usaha tersebut bukan hal yang mudah baginya. Beberapa profesi yang pernah ia jalani, ia menjalani usaha kerupuk tersebut karena melihat usaha saudaranya di bidang ini sehingga saya pelajari dan saya terjun langsung dalam usaha ini.
Cerita ini bersumber : kisahsukses.info/bisnis-kerupuk-padang-pasir-omset-90-jutabulan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar